Materi Daring Pertemuan Ke-3
Sekolah : SMK Negeri 2 Palembang
Kelas/Semester : X (Sepuluh)/Genap
Kompetensi Dasar : 3.3 Mengklasifikasi Jenis Jenis Special Service Tools
4.3 Menggunakan Macam Macam Special Service Tools
Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari tentang peralatan-peralatan khusus atau special
service tools. Alat-alat khusus dimaksud adalah untuk pembongkaran maupun
pemasangan komponen-komponen otomotif yang tidak dapat dilakukan dengan
kunci-kunci biasa. Jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dengan special service
tools adalah pekerjaan pembongkaran, pekerjaan perakitan, penyetelan, dan
sebagainya. Berikut ini jenis-jenis special service tool.
A. Ring Compressor
Piston ring compressor adalah alat yang dipakai untuk menekan
ring piston pada waktu pemasangan ring piston dan pisto ke dalam
silinder. Piston ring compressor dibuat dalam berbagai ukuran,
menyerupai silinder linear yang telah dilengkapi dengan penyetel.
Penyetel berfungsi menyesuaikan diameter piston ring compressor
(membesar dan mengecil) ketika digunakan.
B. Tang Ring Torak (Piston Ring Plier)
Tang ring torak adalah alat untuk membantu melepas dan memasang ring torak.
Alat ini digunakan untuk memudahkan pemasangan ring torak, menghindari
kerusakan atau cacat pada torak ataupun ring torak.
1. Pengukur Tekanan kompresi Compression Tester)
Untuk mengukur tekanan kompresi silinder digunakan Compression
tester. Alat ini dibedakan menjadi pengukur tekanan kompresi untuk
motor bensin dan pengukur tekanan kompresi motor diesel. Manometer pada alat ini berfungsi untuk menunjukkan besar tekanan kompresi
silinder ketika dilakukan pengukuran.
Di dalam manometer terdapat jarum penunjuk dan skala tekanan
kompresi dalam beberapa satuan ukuran. Gambar model alat pengukur
tekanan kompresi ddan cara penggunaan dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.Prosedur pengukuran tekanan kompresi adalah sebagai berikut :
- Lepaskan busi dari rumahnya, masukkan ujung slang compression tester pada rumah busi
- Starter mesin beberapa saat sampai mesin berputar 200 rpm, lalu baca besar tekanan kompresi pada manometer
- Tekanan kompresi yang rendah menunjukkan ring piston yang aus, kebocoran pada packing, dan penyetelan celah katup yang terlalu renggang.
C. Diesel Injector tester
Alat ini berfungsi untuk mengetahui tekanan penyemprotan nozzle,
kebocoran nozzle dan bentuk penyemprotan (pattern).
D. Valve Spring Copressor
Valve spring compressor digunakan untuk melepas dan memasang pengunci
katup pada tapper. Tanpa alat ini sangat sulit melepas atupun memasang katup
pada kepala silinder.
E. Kunci Filter Oli (Filter Strap Wrench)
Filter strap wrench terdiri dari base, yang dibuat melengkung untuk disesuaikan
dengan bentuk filter, rotating retaining pin yang terletak di dalam base dan sabuk
nilon berukuran 600 mm x 50 mm. Retaining pin memiliki sebuah slot dimana
ujung sabuk bisa dimasukkan dan mempunyai dua lubang penggerak berukuran
½ inchi untuk ratchet.
Wrench digunakan untuk melepaskan dan memasang fuel filter dan oil filter jenis
spin on. Wrench ini mampu mengaplikasikan torque tinggi pada filter berukuran
besar tanpa menyebabkan rusak pada tabung filter. Bersihkanlah grease dan oli
yang berlebihan dari filter untuk mencegah agar wrench tidak tergelincir. Jauhkan
tangan dari posisi yang dapat mengakibatkan cidera apabila wrench tiba-tiba slip.
Cara Perawatan
Cara Perawatan
Jagalah kebersihan filter strap wrench, bersihkan dari kotoran dan oli. Lakukan
pemeriksaan secara berkala terhadap strap untuk mengetahui apakah ada yang
sobek atau terdapat bagian-bagian yang lemah dan gantilah filter strap wrench
apabila ditemukan kondisi-kondisi seperti ini.
F. Pelindung Sil Oli ( Oil Seal Protector Sleeve)
Saat memasang sil oli, terkadang bias cacat karena gesekan atau terkena bagian
yang tajam dari komponen. Oil seal protector sleeve adalah alat yang digunakan
untuk menghindari cacat saat pemasangan sil oli dan juga mempermudah proses
pemasangan.
G. Penekan Piston Rem Cakram (Disc Brake Piston Compressor)
Kanvas rem yang sudah tipis tentunya harus diganti dengan yang baru dan
masih tebal. Kondisi ini berarti piston rem terdorong ke depan sehingga kanvas
rem yang tebal tidak bisa dipasangkan. Untuk dapat memasang caliper maka
butuh mendorong piston ke dalam. Disc Brake Piston Compressor adalah alat penekan atau pendorong piston ke dalam, atau dapat juga digunakan untuk
memasang piston disc brake saat mengganti seal piston.
H. Penekan Pegas Coil (Coil Spring Compressor)
H. Penekan Pegas Coil (Coil Spring Compressor)
Sesuai namanya alat ini digunakan untuk menekan pegas coil sock absorber.
Penekanan ini akan memperpendek pegas dan menghilangkan gaya tekan
terhadap sock absorber sehingga dapat dilakukan pembongkaran dan
pemasangan sock absorber.
I. Traker Ball Joint (Ball Joint Seperator)
I. Traker Ball Joint (Ball Joint Seperator)
Traker ball joint memiliki beberapa bentuk yaitu ball joint splitter puller, splitter
scissor, dan drafter ball joint splitter (fork). Ketiga macam tracker tersebut
fungsinya adalah sama yaitu untuk memisahkan ball joint dari dudukanya.
Alat ini diperlukan karena pertautan antara ball joint dan dudukanya berbentuk
tirus, sehingga saat dikencangkan oleh mur penguncinya, bagian batang tirus
menjadi sangat erat terhadap dudukanya. Jika tidak menggunakan treker ball
joint maka dibutuhkan getaran dengan jalan memukul-mukul dudukan ball joint
agar ball joint lepas. Hal ini akan dapat merusak atau merubah bentuk ball joint.
J. Hidrometer
Hydrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit
dalam aki. Ketika aki digunakan untuk starter, lampu, dan sebagainya, terjadi
reaksi pengosongan atau baterai mengeluarkan arus listrik yang menyebabkan
asam sulfat (H2So4) sedikit demi sedikit berubah menjadi H2O. Akibatnya berat
jenis turun karena konsentrasi elektrolitnya berkurang. Bentuk sebuah hidrometer
lengkap dengan pengukur aero dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Untuk mengukur berat jenis baterai, masukkan hidrometer ke dalam sel baterai,
lalu hisaplah elektrolit ke dalam tabung gelas hidrometer sampai pelampung tidak
menyentuh tabung gelas. Bacalah hasil berat jenis elektorlit setinggi mata Berat jenis elektrolit yang diijinkan untuk aki antara 1,220 – 1,229. bila aki
dalam keadaan isi penuh, berat jenisnya harus 1,26 sampai 1,28 pada suhu
20°C. Jika ditemukan berat jenis elektrolit dari hasil pengukuran kurang dari
1,220, maka hal yang perlu dilakukan adalah aki perlu diisi atau di-charge sampai
penuh. Namun bila berat jenis aki melebihi batas maksimum atau di atas 1,290
maka tambahkan air suling untuk menurunkan berat jenis aki sampai kondisi
normal. Kondisi Accu, dapat diukur dengan suatu alat yang men-simulasikan besar
beban yang masih mampu diterima oleh accu, atau dengan cara sederhana
dengan menggunakan Battery Hydrometer. Cara penggunaan Hydrometer adalah dengan mencelupkan ujung alat ini pada air Accu, kemudian
menyedotnya.
- Jika permukaan air accu berada pada bidang HIJAU , berarti kondisi air accu sangat baik.
- Jika permukaan air accu berada pada bidang Putih, berarti kondisi air accu masih relatip baik.
- Jika permukaan air accu berada pada bidang MERAH , berarti proses recharge kurang baik atau ada kerusakan pada alternator.
K. Magnetic Pick-up Tool Telescopic
Tool ini terdiri atas magnet silindris berdiameter 12 mm dengan panjang 90 mm
yang dihubungkan dengan handle telescopik. Panjang handle dapat diatur dari
400 mm hingga 650 mm. Magnet terpasang pada handle dengan screw
berfungsi sebagai pivot point. Magnet assembly ini umumnya digunakan untuk mengangkat benda-benda kecil
seperti screw, nut, dan bolt yang jatuh ke tempat yang sulit dijangkau. Magnet
assembly ini juga digunakan untuk mencegah kehilangan fastener kecil ketika
bekerja di area sempit dengan menempatkan didekatnya sehingga ketika jatuh
akan tertarik ke arahnya.
L. Kunci momen (Tension Wrench)
Kunci momen (torgue wrench) digunakan untuk mengukur gaya
punter pada baut dan mur agar mencapai momen kekencangan tertentu.
Jenis kunci momen yang ada terdiri atas model deflecting beam (batang
jarum), model dial indicator, dan model setting micrometer. Kunci momen
model deflecting beam, menunjukkan besar ukuran momen kekencangan
oleh sebuah batang penunjuk. Batang oenunjuk akan bergerak dan
menunjuk pada skala tertentu seiring dengan besarnya momen
pengencangan yang dilakukan. Pada model lain, momen kekencangan
yang diinginkan dapat diatur dengan cara menyetel ukuran kekencangan
(setting micrometer) pada tangkai kunci momen. Kunci shock dengan
ukuran tertentu mengencangkan baut atau mur.
Agar kunci momen dapat digunakan sesuai fungsinya, pada tahap
awal pengerasan sebuah baut atau mur gunakanlah kunci biasa seperti
kunci ring, pas atau shock. Kunci momen hanya dipakai pada pengerasan
akhir serta mengetahui besarnya momen kekencangan yang diharapkan
sesuai spesifikasi kekencangan baut atau mur. Contoh penggunaan kunci
momen misalnya pada penyetelan baut kepala silinder dan baut-baut
pada unit differensial (pada mobil). Penyetelan momen kekencangan
baut/mur yang baik dilakukan secara bertahap sampai diperoleh momen
kekencangan yang sesuai.
Cara menggunakan kunci momen adalah kepala kunci momen
ditahan agar kunci shock tetap pada posisi yang benar sambil menarik
gagang kunci momen searah jarum jam.
Setiap kunci momemn memiliki momen maksimum (maximum
torque), yang merupakan batas tertinggi kekencangan yang dapat diukur
oleh kunci momen. Agar penggunaannya sesuai dengan fungsinya dan
supaya alat ini tetap awet, gunakan kunci momen dengan ukuran
kekencangan di bawah batas maksimum momen kekencangannya. Untuk
ukuran kekencangan baut atau mur yang lebih besar, mekanik dapat
menggunakan kunci momen lain dengan momen maksimum lebih besar. Pada ujung kunci momen (dekat dengan handle kunci momen) terdapat angkaangka yang menunjukkan nilai kekencangan dari mur atau baut yang ingin
dikencangkan.
UJI KOMPETENSI
1. Jelaskan pengertian SST dan sebutkan 5 contoh SST?
2. Piston ring compressor adalah sebuah alat yang digunakan
untuk?
3. Jelaskan kegunaan dan penggunaan coil spring compressor?
4. Apa fungsi valve spring copressor?
5. Disc brake piston compressor adalah alat yang digunakan untuk?
6. Jelaskan alat yang digunakan untuk mengeluarkan baut yang patah
dan tertinggal, jelaskan prosedurnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar